Alasan kekuatiran untuk tes dan 7 cara untuk mengatasinya

Posted by Gian Carlo Binti

14 May 2018

Ada berbagai alasan untuk kekuatiran saat mau tes atau ujian. Berita baiknya adalah bahwa sedikit kekuatiran akan ujian adalah hal yang baik. Ini memberikan dorongan adrenalin untuk bekerja secara efesien. Namun stress yang berlebihan dapat mengganggu kemampuan berpikir dan mengingat apa yang telah dipelajari. Jika kekuatiran akan tes adalah masalah, maka baca lanjutan artikel ini untuk mengetahui alasan paling umum dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

Pertama, sebagai orangtua dan guru kita perlu mengenali bahwa alasan untuk kekuatiran akan tes berbeda bagi setiap anak, maka yang perlu adalah mencari tahu yang menjadi alasan kekuatiran mereka.

Kekuatiran untuk mata pelajaran tertentu

Kadang-kadang dalam anak-anak kekuatiran akan tes timbul di subjek tertentu tetapi tidak pada yang lain, mirip dengan bagaimana mereka mungkin memiliki kekuatiran untuk anjing tetapi tidak untuk kucing contohnya. Itu bisa berawal dengan pengalaman yang sulit dengan seorang guru atau bahkan satu nilai yang buruk. Cara terbaik untuk membantu anak anda mengatasi kekuatiran adalah dengan mengakuinya. Kemudian bekerja bersama untuk menghadapinya. Jika itu spesifik per mata pelajaran, maka anda memiliki tujuan akhir yang jelas: mengembangkan kepercayaan diri dalam subyek mata pelajaran itu. Mungkin perlu belajar sedikit lebih lama, memberikan bantuan tambahan dengan pekerjaan rumah, atau pergi menemui guru. Jika kekuatiran untuk tes sudah berkembang bertahun-tahun, mungkin perlu memerhatikan keterampilan khusus, karena banyak subjek bersifat kumulatif. Tips: Percaya diri adalah kuncinya!

Otomatisitas

Menurut penelitian (Dunloksky et al., 2013), jika siswa tidak ingat ide inti (core ideas), fakta, atau konsep, menerapkan pengertian mungkin terbukti sulit atau bahkan mustahil. Memiliki informasi inti (core information) dapat mengurangi beban pada memori kerja (working memory) sehingga siswa dapat melakukan tugas penalaran tinggi (High Order Thinking). Meskipun siswa tidak perlu menghafal banyak informasi, ada informasi inti tertentu yang harus diketahui semua siswa tanpa mengandalkan kalkulator, kamus, atau pemeriksa ejaan. Otomatisasi dapat menjadi sangat penting bagi siswa yang mempunyai kesulitan dengan memori kerja (working memory), pemrosesan (Processing Speed) atau penalaran kritis (Fluid Reasoning).

Untuk siswa SD, otomatisitas sering kali adalah yang paling penting dengan fakta-fakta matematika dan kata-kata. Untuk siswa SMP keaas, otomatisitas mungkin lebih berkaitan dengan mengingat langkah pemecahan masalah dalam matematika, kosakata, atau aturan tata bahasa. Jika seorang siswa menghabiskan waktu untuk memikirkan informasi yang seharusnya otomatis, dia akan kehabisan energi ketika dia harus melakukan tugas-tugas pemikiran kompleks yang lebih sulit. Siswa yang memiliki keterampilan penalaran (Fluid Reasoning) yang baik tetapi tidak memiliki otomatisasi mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau di kelas, tetapi mereka tetap menghasilkan pekerjaan yang sangat baik. Namun, mereka mungkin merasa tertekan di saat-saatnya tes.

Hanya latihan berulang yang akan membantu membuatnya otomatis. Berhati-hatilah untuk tidak mempermalukan seorang anak jika anda menemukan masalahini. Latihan saja. Berikut adalah beberapa teknik hafalan terbaik yang akan membantu:

  • Spaced Repitition: Belajar dalam sekaligus tidak efektif untuk retensi jangka panjang, dengan membagi jarak belajar anda dalam beberapa hari bisa menjadi lebih efektif. Contohmya, jika anda memiliki 60 menit untuk belajar, selalu lebih baik untuk belajar 15 menit sehari selama 4 hari daripada 60 menit di malam sebelumnya.
  • Multi-Modal Review: Jangan hanya membaca informasi. Katakanlah. Lihat gambarnya. Sentuh objek yang mengingatkan anda tentang itu. Semakin banyak indra yang anda gunakan semakin besar kemungkinan anda akan mengingatnya.
  • Repetition and rhythm: Mengulangi informasi pada irama yang stabil, menempatkan informasi dengan nada, atau menciptakan rima membuatnya lebih mudah diingat.

Tips: Latihan berulang untuk fakta-fakta kunci!

Ketahui kemampuan kecepatan anda

Sama seperti kita berlari pada kecepatan yang berbeda, siswa harus merespon pada tingkat yang berbeda tergantung pada konteksnya. Sebuah kuis matematika mengharuskan anda untuk bergerak super cepat. Di lain waktu, mereka perlu memecahkan masalah yang panjang dan rumit dan harus memacu diri mereka sendiri seperti dalam marathon. Sementara beberapa siswa secara intuitif dapat menyesuaikan kecepatan mereka dengan situasi, sementara yang lain tidak. Mereka yang tidak beradaptasi, mungkin kesulitan menyelesaikan tes tepat waktu tetapi tidak mengerti mengapa. Membantu mereka untuk menciptakan kesadaran kecepatan mereka mungkin menjadi kunci untuk menyembuhkan kekuatiran tes mereka.

Tips: Ajarkan kesadaran diri tentang kecepatan!

Beberapa siswa tidak dapat bekerja lebih cepat. Mereka membutuhkan lebih banyak waktu daripada rekan untuk mengambil informasi dan menanggapinya. Ada strategi yang akan membantu dengan kecepatan pemrosesan (Processing Speed) yang lebih lambat. Tetapi kenyataannya adalah bahwa siswa dengan kecepatan pemrosesan yang lebih lambat mungkin membutuhkan waktu ekstra. Jika anda berpikir ini mungkin terjadi, pertimbangkan evaluasi profil kognitif untuk anak anda sehingga sekolah dapat menyediakan akomodasi yang sesuai, termasuk lebih banyak waktu untuk pekerjaan rumah atau tes. Anda dapat mengetahui apakah anak anda memiliki kecepatan pemrosesan yang lebih lemah melalui AJT CogTest atau meminta agar sekolah anda menilai anak anda.

Tips: Jika seorang anak butuh waktu ekstra, pastikan dia mendapatkannya!

Menghafal secara efektif

Siswa yang memiliki kemampuan memori lebih lemah mungkin mengalami kesulitan mengingat apa yang mereka ketahui dengan sangat baik pada malam sebelumnya. Tekanan suatu tes hanya akan membuat mengingat lebih sulit. Kadang-kadang masalah memori tidak jelas, terutama ketika seorang siswa mengerti dengan mudah. Siswa akan mendapat manfaat dari belajar teknik menghafal, termasuk pengulangan dan latihan yang berjarak.

Jika Anda tidak yakin apakah memori bermasalah, AJT CogTest dapat menilai kemampuan memori kerja (working memory), memori verbal, dan memori visual, tiga kemampuan memori paling penting untuk kinerja akademis.

Tips: Ajarkan dan gunakan teknik menghafal!

Pahami diri sendiri

Kami tahu bahwa orang dewasa yang paling sukses di tempat kerja adalah mereka yang sadar akan diri dan membuat penyesuaian saat mereka maju. Pemantauan diri dalam pekerjaan rumah dan tugas lainnya adalah versi siswa dari keterampilan penting ini. Sementara beberapa siswa melakukan pemantauan diri sedini kelas tiga, yang lain membutuhkan dukungan orang dewasa melalui sekolah menengah. Meskipun siswa mungkin tidak selalu suka mendengar dari orangtua mereka, mereka akan mulai menghargai bagaimana refleksi membantu kemajuan mereka dan secara bertahap dapat mulai mengambil tanggung jawab ini sendiri.

Fokus

Atensi adalah pusat dari semua pembelajaran. Ketika anak-anak tidak dapat fokus selama tes, mereka dapat kehilangan waktu penting atau membuat kesalahan yang ceroboh. Mereka mungkin tidak memeriksa pekerjaan mereka. Untungnya, siswa yang didiagnosa dengan kelemahan atensi mungkin dapatdiberi waktu tambahan pada tes atau penugasan lebih pendek. Jika anda tahu anak anda bergumul dengan atensi atau fokus, tanyakan sekolah anak anda apakah akomodasi yang memungkinkan. Jika anda berpikir anak anda mungkin mengalami kesulitan dengan atensi, pertimbangkan untuk mencari tahu dengan AJT CogTest.

  1. Ajarkan siswa, terutama mereka yang kesulitan mempertahankan fokus, untuk sering mengambil gerakan, terjadwal, atau memberi tanda istirahat untuk menyegarkan dan mempertahankan atensi mereka.

Bergerak untuk istirahat pendek dapat memberi darah yang mengalir, menyegarkan, dan meningkatkan fokus. Penelitian menunjukkan bahwa gerakan meningkatkan kemampuan kita untuk berpikir dan mengarah pada peningkatan regulasi perilaku, atensi, dan retensi. Selain itu, istirahat yang sering membantu kita melihat masalah dari perspektif yang berbeda.

 

  1. Lakukan yang terbaik untuk memblokir semua pemandangan atau suara yang mengganggu yang diperlukan untuk membantu siswa fokus di kelas.

Pikiran akan selalu memproses sejumlah informasi lingkungan (Flanker Effect). Untuk siswa yang mengalami kesulitan fokus, informasi itu bisa cukup mengganggu kemampuan mereka untuk menyelesaikan tugas yang mereka kerjakan. Bantu siswa dengan meminimalisasi jumlah gangguan lingkungan apakah itu suara atau visual. Kami tahu bahwa siswa dapat dipengaruhi oleh distraktor, bahkan tanpa disadari, sehingga penting bagi orang dewasa untuk membantu mereka menghilangkan gangguan bahkan jika siswa mungkin jika siswa piker berpikir mereka tidak terpengaruh.

Sains memberi tahu kita bahwa sedikit kekuatiran dapat meningkatkan kinerja, tetapi terlalu banyak kekuatiran dapat menghambatnya. Meskipun stres mungkin tidak dapat dihindari di sekolah-sekolah yang sangat kompetitif saat ini, kami dapat mengurangi kekuatiran setiap anak dengan menyediakan strategi penanganan individu yang mereka butuhkan.

Tips: Pastikan mereka fokus saat belajar dan dapat mengikuti tes!

Source :