Bagaimana Jika Kelemahan Terbesar Anda Dapat Menjadi Kekuatan Anda?

Posted by Gian Carlo Binti

14 May 2018

Jika Kelemahan Terbesar Anda Dapat Menjadi Kekuatan Anda

Bisakah kita mengubah kelemahan kita menjadi kekuatan? Lalu apa saja yang dibutuhkan?

 

Pada tahun 2012 CEO Virgin Richard Branson menulis dalam bukunya bahwa kesulitannya dengan disleksia menjadi kekuatan terbesarnya. Itu mengajarkannya dia bagaimana menjadi manajer yang efisien yang menurutnya sangat penting dalam perjalanan menuju kesuksesannya.

Sutradara pemenang Academy Award Steven Spielberg mengatakan bahwa karena dia menderita disleksia, dia menjadi suka melamun di sekolah. Dia mengatakan lamunan itu sebagai fondasi dari kemampuan dia bercerita.

Mengapa sebagian dari kami mampu mengoptimalkan bakat meskipun dengan adanya tantangan? Apakah kita semua terlahir dengan kemampuan untuk mengubah kelemahan kita menjadi kekuatan? Atau apakah lingkungan kita yang memungkinkan untuk mengoptimalkan kemampuan kita meskipun ada keterbatasan?

Neuropsikolog belum bisa memberi informasi bagaimana kita dapat memaksimalkan kekuatan kita dan meminimalkan dampak dari kelemahan kita. Tetapi sebagai titik awal mereka dapat memberi tahu bahwa setiap kita masing-masing dilahirkan dengan profil kognitif yang berbeda. Dan lingkungan (environment) dan pengasuhan (nurture) dapat mempengaruhi secara signifikan untuk memaksimalkan kekuatan profil itu, membiarkan kelemahan kita untuk memundurkan kita, atau tidak merealisasi potensi dalam diri kita.

Kesadaran Diri (Self-Awareness)

Kesadaran diri (Self-Awareness) atau meta-cognition adalah mengetahui kekuatan dan kebutuhan anda sendiri secara obyektif, dimana ini menjadi kunci untuk belajar dan kesuksesan hidup. Di sekolah, kesadaran diri membantu siswa mengetahui kapan dan berapa lama mereka perlu belajar, dan strategi apa yang paling sesuai untuk mereka.

Kesadaran diri berkembang seiring dengan bertambahnya usia anak. Jangan berharap bahwa sebagian besar siswa SD memiliki kesadaran diri yang sangat baik. Namun, sangat penting untuk memberikan kesadaran diri melalui feedback positif dan berkelanjutan di semua bagian kehidupan (akademik, pribadi, dan kognitif).

Memberi tanggung jawab kepada anak untuk pembelajaran mereka sendiri dapat menjadi kunci untuk membangun motivasi dan pola pikir positif. Seorang anak dengan kesadaran diri yang kuat lebih mampu mencari strategi belajar yang tepat, mengetahui berapa lama mereka perlu belajar, dan kapan mereka perlu meminta bantuan. Anak dengan kesadaran diri yang lemah mungkin tidak belajar cukup lama atau dengan cara yang benar, atau mereka percaya bahwa mereka telah menguasai materi ketika mereka sebenarnya belum.

Menggunakan Kekuatan untuk Mendukung Kebutuhan Belajar

Membantu siswa menjadi lebih sadar akan kekuatan mereka sehingga mereka dapat belajar bagaimana menggunakannya untuk mendukung kemampuan yang lebih lemah.

Membangun kepercayaan diri dan kemudahan dalam menggunakan kekuatan belajar untuk memecahkan masalah. Bersama dengan anak anda, bantu menciptakan kesadaran tentang bagaimana dia menggunakan kekuatannya saat dia bekerja.

Dengan latihan yang cukup di area-area dimana mereka sudah memiliki kepercayaan diri, anak-anak pada akhirnya akan merasa nyaman untuk bersikap terbuka terhadap ide-ide baru dan mencoba pendekatan baru di area-area yang sulit. Orangtua harus membantu anak mengidentifikasi strategi pembelajaran yang terbaik berdasarkan kombinasi dari kekuatan, kebutuhan, minat dan kepribadian mereka.

Source : The Educated Mom