Anak dengan Masalah Emosional Dibesarkan oleh OrangTua yang Melakukan Ini

Posted by Gian Carlo Binti

15 May 2018

Studi ini menemukan bahwa anak-anak yang pemalu sangat rentan

Penelitian baru menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami konflik antara orangtua mereka dalam keseharian mereka memiliki masalah dalam memproses emosi.

Masalah-masalah ini dapat menyebabkan kecemasan dan kewaspadaan berlebihan, membuat mereka melihat konflik bahkan ketika interaksi netral.

Studi ini juga menemukan bahwa anak-anak yang pemalu sangat rentan.

Penganiayaan dan penlantaran telah ditunjukkan untuk mengubah cara anak memproses emosi. Namun dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa tingkat kesengsaraan yang lebih rendahpun dapat memiliki efek negatif.

Dr. Alice Schermerhorn, penulis studi tersebut, mengatakan:

“Pesannya jelas: bahkan tingkat kesengsaraan yang rendah seperti konflik orang tua tidak baik untuk anak-anak.”

Penelitian ini mengambil 99 anak-anak berusia 9-11 tahun yang dibagi dua kelompok berdasarkan pada berapa banyak konflik antara orangtua yang mereka saksikan.

Setiap anak diperlihatkan foto-foto pasangan yang terlibat dalam interaksi yang bahagia, marah atau netral.

Mereka yang berasal dari rumah-rumah yang memiliki konflik tinggu lebih cenderung melihat interaksi netral sebagai senang atau marah – mereka tampaknya tidak tahu ke dalam kategori mana mereka cocok.

Dr. Schermerhorn berkata:

“Mereka mungkin lebih disetel ke dalam interaksi marah, yang dapat menjadi isyarat bagi mereka untuk mundur ke kamar mereka, atau anak-anak yang bahagia yang dapat menandakan bahwa orangtua mereka tersedia bagi mereka.

Interaksi netral tidak menawarkan banyak informasi, jadi mereka mungkin tidak menghargai mereka atau belajar untuk mengenalinya.”

Orangtua dari anak-anak pemalu merasa sulit untuk mengidentifikasi gambar netral, Dr. Schermerhorn menjelaskan:

"Orangtua dari anak-anak pemalu harus sangat perhatian tentang bagaimana mereka mengekspresikan konflik."

Tingkat kesengsaraan yang rendah di rumah dapat memiliki efek yang signifikan pada anak-anak, Dr. Schermerhorn mengatakan:

“Di satu sisi, terlalu waspada dan cemas bisa membuat ketidakstabilan dari cara yang berbeda.

Di sisi lain, membaca interaksi netral dengan benar mungkin tidak penting bagi anak-anak tang tinggal di rumah konflik tinggi, tetapi kesenjangan dalam inventaris perseptual mereka dapat merusak pengalaman berikutnya dengan sebagai contoh, guru, teman, dan mitra dalam hubungan romantic.

Tidak ada yang bisa menghilangkan konflik sama sekali, tetapi membantu anak-anak menginformasikan bahwa, bahkan ketika orangtua berdebat, mereka saling peduli dan dapat menyelesaikan masalah adalah penting.”

Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationships (Schermerhorn, 2018).

Untuk mendapatkan informasi mengenai pendidikan anak, psikologi anak, dan banyak lagi, KLIK DISINI SEKARANG

Source : Journal of Social and Personal Relationships (Schermerhorn, 2018).