Mendukung Siswa "Rata-rata" Anda

Posted by Gian Carlo Binti

16 May 2018

Jika anda seorang guru, anda mengetahui tidak ada yang namanya rata-rata. Gagasan bahwa siswa dapat dikategorikan sebagai “Gifted”, Anak Kebutuhan Khusus, atau "hanya rata-rata" adalah simplistik. Statistik 10/10/80 mungkin bermanfaat untuk administrator, tetapi tidak berguna di dalam kelas.

Terinspirasi oleh karya Dr. Todd Rose, kami mengeksplorasi mengapa tidak ada hal yang rata-rata dan menawarkan 8 strategi untuk mengelola keberagaman pelajar di setiap kelas.

Jika bukan rata-rata lalu apa?

Profesor Harvard Dr. Todd Rose dalam bukunya ‘The End of Average’ menjelaskan, “Setiap gagasan [rata-rata atau biasa] ini adalah dari imajinasi ilmiah yang salah arah.” Sebaliknya, setiap siswa memiliki profil pelajar. Artinya, setiap siswa memiliki kekuatan dan kebutuhan yang relatif.

Kemampuan kognitif seperti fungsi eksekutif (executive function), penalaran (Reasoning), memori (Memory), dan kecepatan (Speed), sangat bervariasi di dalam setiap individu. Ini dapat menjelaskan mengapa beberapa topik datang dengan mudah sementara yang lain lebih sulit atau membutuhkan lebih banyak waktu.

Rose memberikan bukti neuroscientific yang menunjukkan bahwa kekuatan dalam satu kemampuan memberi tahu sangat sedikit tentang kekuatan dan kebutuhan dalam kemampuan yang lain. Namun sekolah biasanya melihat kekuatan atau kebutuhan dalam satu kemampuan dan membuat asumsi tentang bagaimana siswa akan belajar di setiap kelas. Setelah anak diberi label, setiap penyimpangan dijelaskan oleh penilaian subjektif tentang kepribadian siswa, sering kali dengan istilah yang dimuat seperti tidak termotivasi, keras kepala, ceroboh, atau sangat sulit bekerja.

Apa yang Dibutuhkan Setiap Anak

Daripada memberi label kepada anak, kita perlu memberi mereka apa yang mereka butuhkan. Di atas segalanya, yang paling dibutuhkan setiap anak adalah rasa dipahami. Mereka membutuhkan orang dewasa untuk memahami bagaimana mereka belajar dan memberi mereka dukungan "yang tepat" sehingga mereka mampu mengatasi tantangan. Kurangnya kesadaran diri dari profil kita membuat kita tidak bisa berkembang, menyebabkan kita kebingungan, dan membuat kita ingin menyerah ketika belajar itu sulit.

Sama pentingnya untuk orang dewasa perlu mengajar anak tentang bagaimana mereka menggunakan kekuatan mereka. Ketika anak mengandalkan kekuatan mereka, mereka mengembangkan kepercayaan diri, belajar cara belajar yang efektif sesuai kebutuhan mereka, dan meningkatkan kemungkinan keberhasilan mereka.

Karena memampuan kognitif (IQ) tidak mudah diamati, setiap anak (dan guru) mendapat manfaat dari profil pelajar yang objektif dan secara akurat mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan anak yang tersembunyi. Bahkan jika tidak adanya data obyektif, orang dewasa harus berhenti menganggap apa yang “seharusnya mudah” untuk beberapa anak atau under-estimate kemampuan orang lain.

Asumsi seperti ini dapat meningkatkan tingkat stres pada anak-anak terbaik kita dan menghasilkan anak-anak yang tidak tertarik untuk belajar. Ancaman stereotip adalah realitas budaya dan juga realitas individu.

Bagaimana mengelola ekspektasi anak

Idealnya sekolah akan memiliki harapan dan instruksi individual untuk setiap siswa berdasarkan kekuatan, kebutuhan dan minat pribadi. Itu bukan tugas yang mudah (atau boleh dibilang adil) untuk seorang guru yang mungkin memiliki lebih dari 200 siswa di suatu tahun tertentu. Namun, apa yang bisa dilakukan adalah menghilangkan kesalahpahaman umum dan menggantikannya dengan pemahaman yang lebih realistis tentang kebutuhan siswa.

8 kebenaran fundamental tentang pembelajaran anak

1. Hanya karena seorang siswa kuat dalam satu bidang tidak berarti semuanya datang dengan mudah

Untuk anak ‘Gifted’ membutuhkan kesempatan untuk mengekplorasi bagian kognitif yang superior, mereka sering membutuhkan bantuan dalam kemampuan akademis dan sosial-emosional lainnya. Karena profil mereka tidak proporsional, mereka mungkin membutuhkan lebih banyak dukungan untuk memahami dan mengatasi perbedaan relatif dalam kemampuan mereka.

2. Kecepatan tidak setara dengan pengetahuan

Ditemukan ada korelasi lemah antara seberapa cepat seseorang memahami dengan kemampuan mereka. Sebaliknya, ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa ketika anak diberi fleksibilitas untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri, sebagian besar akan berhasil. Sementara waktu dapat menjadi penghalang yang tidak dapat dihindari, pendidik harus menghapus batasan waktu yang tidak perlukan.

3. Hanya karena seorang anak mengalami kesulitan belajar, bukan berarti dia akan selalu mengalami kesulitan tersebut

Mempelajari perbedaan atau kesulitan belajar dalam satu keterampilan atau topik tidak memberi tahu apa pun tentang keterampilan anak yang lain. Jika seorang anak memiliki perbedaan belajar, itu hanya memberi tahu anda di mana anak akan MEMBUTUHKAN dukungan. Itu tidak memberi tahu anda banyak tentang di mana anak tidak perlu dukungan atau akan unggul. Hal terburuk yang dapat kita lakukan untuk anak adalah meremehkan kemampuan mereka dan tidak memberi mereka kesempatan untuk sukses dengan sendiri ketika mereka mampu dan nyaman.

4. Jangan pernah meremehkan pentingnya kepribadian dan perilaku

Kepribadian dan perilaku berperan sama pentingnya dengan kemampuan kognitif (IQ). Tetapi sama halnya dengan keterampilan kognitif, kepribadian dan perilaku adalah relatif. Untuk membantu siswa berhasil, kita perlu mendukung semua aspek kepribadian dan karakter, sama seperti kita perlu mendukung semua keterampilan belajar.

5. Setiap orang memiliki talenta tersembunyi

Seperti siapa pun yang pernah menghadiri reuni SMA dapat melihat bahwa kesuksesan tidak dapat diprediksi. keberhasilan di banyak karier bergantung pada keterampilan yang diabaikan sekolah. Semakin cepat kita mengidentifikasi dan memelihara semua kekuatan siswa, semakin besar kemungkinan siswa akan berhasil.

6. Konteks penting

Dr. Rose mencurahkan banyak energi untuk topik ini. Ketika seorang anak tidak memenuhi harapan yang wajar, penting untuk bertanya mengapa. Apa yang terjadi dalam kehidupan anak, di dalam atau di luar sekolah? Apakah topik melekat pada minat; jika tidak, dapatkah dikembangkan? Apakah informasi disajikan dengan cara yang terbaik untuk kekuatan dan kebutuhan siswa? Ketika orang dewasa bertanya mengapa, mereka tidak cenderung melompat kepada penilaian subjektif tentang kepribadian dan perilaku.

7. Tidak ada satu cara yang benar

Kreativitas dan fleksibilitas secara konsisten menduduki peringkat yang paling penting untuk keterampilan di tempat kerja, namun sebagian besar kelas masih mengizinkan siswa hanya dengan satu cara untuk menunjukkan pengertian anak. Jika anda mencari cara alternative daripada pengajaran dengan satu cara, maka kami merekomendasikan untuk mempelajari Differentiated Learning. MCI dapat memberikan materi-materi yang terkait dengan mengajukan permohon melalui halaman Contact Us.

8. Tidak ada jalan pintas, sama seperti tidak ada siswa rata-rata

Belajar itu sulit, dan mengajar mungkin bahkan lebih sulit. Dengan 100 miliar neuron di otak, bagaimana mungkin kita berharap untuk mengkategorikan anak menjadi tiga kategori umum? Atau mengharapkan mereka belajar dengan satu cara? Ketika kita berhenti mencari jalan pintas untuk sebuah perjalanan yang kita tahu panjang dan sulit, mungkin kita akan mendapati kalau perjalanan bisa lebih sukses dan menyenangkan.

Untuk mendapatkan informasi mengenai pendidikan anak, psikologi anak, dan banyak lagi, KLIK DISINI SEKARANG

Ditulis oleh: Nancy Weinstein

Source : Nancy Weinstein