Tips Agar Anak Mendapatkan Waktu Tidur Yang Cukup

Writen by Cloudida
18 May 2018

alt text

Bulan Ramadan merupakan momen penting relijius bagi umat Muslim. Tidak terkecuali anak-anak sekolah yang sudah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan harus memulai hari berangkat sekolah saat fajar akan menjadi rutinitas baru selama 30 hari ke depan. Jadwal tidur / bangun di bulan puasa harus disesuaikan agar tetap bersemangat di siang hari, tidak kekurangan waktu tidur. Berikut beberapa ide untuk membantu anak memulai hari sekolah dengan kebiasaan tidur yang sehat:

  1. Ajak anak untuk memiliki catatan atau jadwal harian tidur. Catat waktu ketika mereka pergi tidur dan catat waktu bangun dari tempat tidur (mungkin sama atau berbeda). Perhatikan dan catat berapa lama mereka di tempat tidur mencoba untuk tidur dan berapa kali mereka terbangun di malam hari. Catatan tidur ini dapat menjadi pengingat siklus tidur serta menunjukkan kemajuan kebiasaan tidur anak yang tepat.
  2. Simpan grafik selama 7 hari atau seminggu. Jumlah jam tidur pada akhir pekan adalah ukuran yang baik apakah anak mendapatkan tidur yang cukup selama seminggu. Jika tidur akhir pekan lebih panjang, berarti anak Anda melunasi "utang tidur".
  3. Waktu tidur tidak dapat dikompromi. Jika seorang anak harus bangun pukul 3.30 dini hari, berarti tidur pukul 08.30 malam, waktu tidur yang didapat adalah 7 jam. Bagi kebanyakan anak dan remaja, waktu tidur 7 jam tidak cukup optimal, maka anak diupayakan untuk dapat tidur siang hari selama beberapa menit atau maksimal satu jam. Kurangnya waktu tidur menyebabkan risiko yang dapat menghambat prestasi akademik dan mengurangi kemampuan anak mengendalikan emosi dan perilaku.
  4. Perhatikan apakah anak dapat bangun sendiri tanpa alarm atau dibangunkan. Jika demikian, hal itu merupakan indikator bahwa anak cukup waktu tidurnya.
  5. Buka tirai jendela saat bangun untuk membiarkan cahaya alami masuk. Atau nyalakan lampu utama kamar di saat membangunkan sahur. Akan lebih baik lagi, jika Anda sebagai orangtua dapat membukakan tirai setengah jam sebelum waktu bangun.
  6. Hindari konsumsi minuman dan makanan yang mengandung kafein, terutama setelah pukul 6 sore.
  7. Pastikan kamar tidur memiliki ventilasi yang memadai dan suhu yang nyaman.
  8. Cobalah untuk mengurangi suara kebisingan rumah tangga di waktu tidur anak.
  9. Meminimalkan konflik keluarga apa pun sebisa mungkin di jam-jam sebelum tidur. Usahakan dapat menunda konflik hingga hari berikutnya untuk didiskusikan.
  10. Jika anak memiliki ponsel, minta mereka untuk mengisi daya batere di luar kamar tidur. Karena jika ponsel masih dalam jangkauan mereka, sangat besar kemungkinan mereka akan tergoda untuk bermain ponsel atau berseluncur di internet sepanjang malam.
  11. Kurangi waktu anak di depan layar pada malam hari seperti menonton televisi, monitor komputer, dan tentunya layar ponsel. Karena jika terlalu lama terpapar sinar biru yang terpancar dari layar alat elektronik dapat menunda pelepasan melatonin (hormon yang diperlukan untuk menginduksi tidur).
  12. Lihatlah jadwal mingguan anak saat mulai berkembang atau bertambah padat. Kegiatan ekstrakurikuler (misalnya olahraga, band, paduan suara) di sore atau pagi hari sebelum sekolah sering menjadi kendala untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup. Mintalah kebijakan dari pelatih atau mentor ekstrakurikuler jika diperlukan.

 

Source : https://www.psychologytoday.com/us/blog/child-sleep-zzzs/201308/sleep-health-the-new-school-year?collection=157445



Hai..
Anda Psikolog? Anda Pengajar?