Ingin Anak Berhasil? Berhenti Lakukan Ini Pada Anak

Posted by Cloudida

03 September 2018

Beberapa orangtua yang datang untuk dites IQ anaknya menggunakan AJT CogTest memberikan kebahagiaan tersendiri bagi tim AJT CogTest. Di sela-sela waktu kami berinteraksi dengan orangtua, kami mengapresiasi sikap kritis mereka terhadap pendidikan anaknya. Namun ada satu hal alasan orangtua ingin anaknya dites menggunakan AJT CogTest yang justru mengundang keprihatinan kami sebagai perusahaan yang banyak bersinggungan dengan dunia pendidikan.

Seorang ibu mengungkapkan kekecewaannya ketika anaknya dicap sebagai anak yang tidak normal dan bermasalah karena sulit mengikuti pelajaran di sekolah. Cap tidak normal yang diterima anak membuat kepercayaan dirinya hilang dan semangat belajarnya turun.

Di bidang psikologi memang diperlukan suatu diagnosis ketika anak tersebut memperlihatkan gejala-gejala yang khas tidak ada di anak-anak pada umumnya. Hasil diagnosis ini tentu harus dikeluarkan oleh seorang profesional dalam hal ini adalah psikolog bersertifikat. Diagnosis dikeluarkan setelah melalui rangkaian proses observasi dan pemeriksaan psikologis hingga ditegakkannya suatu diagnosis terhadap anak tersebut. Tujuan dari diagnosis dan labelling oleh psikolog professional adalah agar orangtua, guru, bahkan anak itu sendiri dapat memahami sepenuhnya kendala yang dihadapinya dalam belajar sehingga kebutuhan anak dapat terfasilitasi.

alt text

Sedangkan label atau cap yang dijatuhkan oleh orang-orang awam di sekeliling anak tidak sedikit yang justru berdampak negatif bagi anak secara mental. Misal ketika ada anak yang tidak bisa duduk diam, langsung divonis bahwa anak tersebut ADHD tanpa ada pemeriksaan ke psikolog klinis. Walaupun diagnosis dan label yang diberikan seorang profesional psikolog pun sulit terhindar dari dampak negatif ketika lingkungan sekitar anak tidak memahami sepenuhnya diagnosis tersebut. Stigma-stigma buruk oleh masyarakat menjadi tantangan yang tak terelakkan bagi anak-anak dengan label ataupun diagnosis tertentu.

Maka sebagai orangtua dan tenaga pendidik harus sangat berhati-hati memberikan label-label negatif pada anak karena dampaknya sangat fatal. Di beberapa artikel menyebutkan label negatif menjadi pemicu depresi dan anxiety. Ketika Anda melihat perilaku anak yang Anda pikir tidak wajar, segera temui psikolog dan konsultasikan perilaku anak yang memperlihatkan ketidakwajaran. Meski saat ini banyak sumber bacaan di internet yang menjabarkan ciri-ciri perilaku anak yang mengidap suatu diagnosis tertentu, tetap Anda tidak dapat memvonis anak tersebut dengan label apapun.

Alih-alih mencap atau melabel negatif anak, ketika menemui gejala-gejala perilaku anak yang tidak biasa sangat dianjurkan untuk menemui seorang profesional (dalam hal ini psikolog). Langkah yang dilakukan harus bertujuan mencari solusi bukan menstigma kemampuan anak. Bagi orangtua upaya-upaya yang dilakukan harus berlandaskan mencari kebenaran bukanlah pembenaran. Percayalah bahwa setiap anak memiliki keunikannya masing-masing. Orangtua, guru, dan figur di sekitarnya layaknya dapat bertindak sebagai suporter atau fasilitator.

Source :