Ternyata Anak Gifted (Cerdas Istimewa) Bermasalah Juga Jika...

Posted by Cloudida

06 December 2018

Banyak yang beranggapan bahkan berandai-andai jika memiliki anak gifted (cerdas istimewa) pasti akan sangat membanggakan karena anak tersebut pasti mudah mengikuti pelajaran akademik di sekolah dan berprestasi secara akademik. Orang-orang awam juga berpikir jika anak-anak gifted pasti akan mudah meraih kesuksesannya.

Kenyataannya, tidak sedikit anak-anak gifted yang menghadapi kesulitan dalam mengikuti pelajaran di sekolah umum. Sebelum memahami bagaimana menangani anak gifted, mari bedakan istilah anak jenius dengan gifted dengan mengenali terlebih dahulu kriteria anak dikategorikan gifted menurut teori Renzulli.

Karena pada umumnya, orang-orang awam lebih sering menggunakan label “anak jenius” ketika melihat seorang anak yang terlihat menonjol kemampuannya pada bidang tertentu (biasanya bidang akademik) dibanding dengan anak sebayanya.

Renzulli Gifted Model

Dalam teorinya, Renzulli, seorang psikolog pendidikan Amerika menciptakan Konsep 3 Lingkaran Giftedness (gambar di atas).

  1. Anak-anak yang memiliki IQ di atas 120
  2. Task commitment, ketekunannya dalam menyelesaikan suatu persoalan atau pekerjaan
  3. Kreatif dalam memecahkan suatu persoalan, dalam hal ini kreatifitas yang dimaksud bukan dalam kesenian. Tetapi kemampuan gF (fluid reasoning), kelenturannya dalam berpikir mencari cara menyelesaikan persoalan.

Baca juga artikel Memahami Kecerdasan dan IQ dengan Tepat

Saat ini mungkin Anda bertanya-tanya, di mana masalahnya? Bukankah itu semua hal yang positif?

Di beberapa kasus, anak-anak gifted merasa terasingkan dengan lingkungannya atau merasa tidak terhubung dengan orang-orang sekitar. Seperti yang tergambar dalam film Gifted (2017), sosok Mary adalah anak dengan kemampuan luar biasa pada matematika. Ia mampu menyelesaikan persoalan-persoalan matematika sulit yang bahkan untuk mahasiswa-mahasiswa di universitas.

Dengan kemampuan yang ia miliki, Mary merasa bosan dengan sekolahnya. Ia mampu menyelesaikan persoalan yang diberikan guru tanpa kesulitan, tidak ada lagi tantangan pikir Mary. Tidak jarang anak-anak gifted menjadi sasaran cemoohan oleh teman-teman sebayanya karena perbedaan interest yang menonjol.

Teori Renzulli memaparkan lebih terperinci ciri khas yang dimiliki anak gifted sebagai berikut (dikutip dari situs University of Connecticut):

  • Kemampuan umum
    • Tingkat tinggi pemikiran abstrak, penalaran verbal dan numerik, hubungan spasial, memori, dan kefasihan kata.
    • Adaptasi terhadap pembentukan situasi baru yang dihadapi di lingkungan eksternal.
    • Automatisasi pemrosesan informasi; pengambilan informasi yang cepat, akurat, dan selektif.

 

  • Kemampuan Spesifik
    • Penerapan berbagai kombinasi dari kemampuan umum di atas untuk satu atau lebih bidang pengetahuan khusus atau bidang kinerja manusia (misalnya, seni, kepemimpinan, administrasi).
    • Kapasitas untuk memperoleh dan memanfaatkan dengan tepat pengetahuan formal dalam jumlah yang sangat banyak, pengetahuan tacit, teknik, logistik, dan strategi dalam mengejar masalah tertentu atau manifestasi dari bidang kinerja khusus.
    • Kapasitas untuk memilah informasi yang relevan dan tidak relevan yang terkait dengan masalah atau bidang studi atau kinerja tertentu.

 

  • Komitmen Tugas
    • Kapasitas tingkat minat yang tinggi, antusiasme, ketertarikan, dan keterlibatan dalam masalah tertentu. bidang studi, atau bentuk ekspresi manusia.
    • Kapasitas ketekunan. daya tahan. tekad, kerja keras, dan praktik khusus. Percaya diri. ego yang kuat dan keyakinan pada kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan penting, kebebasan dari perasaan rendah diri, mendorong untuk mencapainya.
    • Kemampuan mengidentifikasi masalah signifikan dalam alasan khusus; kemampuan untuk mendengarkan saluran komunikasi utama dan perkembangan baru dalam bidang tertentu. Menetapkan standar yang tinggi untuk pekerjaan seseorang; menjaga keterbukaan terhadap diri dan kritik eksternal; mengembangkan rasa estetika rasa, kualitas, dan keunggulan tentang pekerjaan sendiri dan pekerjaan orang lain.

 

  • Kreativitas
    • Kefasihan, fleksibilitas, dan orisinalitas pemikiran.
    • Keterbukaan terhadap pengalaman; menerima apa yang baru dan berbeda (bahkan tidak rasional) dalam pikiran, tindakan, dan produk dari diri sendiri dan orang lain.
    • Penasaran, spekulatif, suka berpetualang, dan "ceria secara mental" mau mengambil risiko dalam pemikiran dan tindakan, bahkan sampai tidak terhalangi.
    • Sensitif terhadap detail, karakteristik estetika ide dan hal-hal; bersedia bertindak dan bereaksi terhadap rangsangan eksternal serta gagasan dan perasaan seseorang.

Dengan kemampuan yang berbeda dengan anak biasa, maka diperlukan penanganan yang berbeda pula. Misal ketika di kelas sedang diajarkan soal perkalian, untuk anak gifted dapat diselingi dengan diberikan soal yang lebih kompleks. Berikut yang dapat dilakukan dalam menangani anak gifted:

  1. Utamakan komunikasi secara pribadi dan mendalam. Meski memiliki kemampuan yang jauh melebihi usianya, anak gifted tetap perlu dibimbing tentang kemampuannya dan pengaruh serta dampak pada lingkungan sekitar. Komunikasi yang tulus tanpa justifikasi dapat memberikan kepercayaan anak. Ketika anak sudah percaya dengan Anda, ia akan mudah mencurahkan isi pikirannya.
  2. Pahami pemikirannya. Dengan keunggulan melampaui rata-rata membuat beberapa anak gifted memiliki sifat superior. Sifatnya tersebut mungkin membuat Anda dan orang sekitar atau teman-temannya tidak nyaman berada di dekatnya. Selalu utamakan komunikasi untuk mengetahui alasan dibalik pemikirannya tersebut.
  3. Temui pakar dan konsultasi. Tidak jarang pemikiran atau antusiasme anak gifted tidak dapat dipahami orang awam. Contohnya ketika anak memiliki minat pada karya sastra, Anda bisa temui dosen-dosen sastra di universitas atau komunitas sastra dan menghubungkan anak dengan mereka. Hal ini dapat membantu anak mememenuhi kebutuhan kognitifnya.
  4. Berikan pemahaman kepada lingkungan sekitar. Beberapa orangtua tetap ingin anaknya bersekolah di sekolah umum karena ingin anaknya dapat bersosialisasi dengan teman sebayanya. Sangat dianjurkan untuk mengkomunikasikan perihal keadaan anak ke pihak sekolah.
  5. Mempercayai kemampuan anak. Kesuksesan yang diraih anak sangat bergantung pada orang terdekatnya. Jika Anda sebagai orang terdekat mempercayai anak dengan kemampuannya membuahkan hasil yang baik maka akan memberikan energi positif pula pada anak. Banyak anak-anak gifted yang tidak tersalurkan kemampuannya karena kurangnya dukungan dari orang-orang terdekat.

Hal yang paling dikhawatirkan jika tidak tertangani dengan tepat, anak-anak seperti ini akan mengalami depresi dan merasa gagal dalam hidupnya yang seharusnya dengan kemampuan mereka dapat menghasilkan suatu karya positif. Tugas orangtua yang terpenting ialah memberikan kasih sayang kepada anaknya sebagaimana keadaan anak terlahir ke dunia terlepas pandangan orang lain terhadap anak kita.

Source :